Ketika akhirnya pagi itu, saya kembali lagi ke Jakarta…

"I think I’ve found a great place to raise my baby, into a humanist person. I hate Jakarta, a place, full with barbarian and greedy person. I want to go to others city and learn how lifes going there. I did stand in zebra cross and saw car stop and wait 4me to crossing safely in Solo and Jogja!"

Itu jawaban saya ketika untuk pertamakalinya ada seseorang yang menayakan tentang liburan saya….

Ya.. akhirnya… saya benar2 liburan…

Rencana 1 tahun, tertunai sudah..

Berpegel2 ria ketika meniti ratusan anak tangga di Grojogan Sewu, meski akhirnya tidak melihat air terjun yang deras, tapi setidaknya bisa mengantar seorang teman yang punya kaul sendiri atas tempat tersebut…

Makan segala jenis sate…dengan segala macam ritualnya…

Mengagumi ibu penjual nasi yang juga menjual bubur, untuk mbah-mbah, yang pastinya sudah tidak mampu mengunyah…

Terbengong2 dengan harganya yang sangat murah…

Kaget…

ketika di jalan raya, di depan zebra cross…

beberapa mobil memilih berhenti dan menunggu sampai saya selesai menyebrang…

Bertemu dengan Ricas dan teman2nya…

Bercerita tentang ritual orang resepsi di berbagai tempat…

Bercerita tentang bagaimana caranya memutar film di Solo…

Mendengarkan Ricas yang selalu sabar menjelaskan beda kata di daerahnya dan daerah saya…

Pergeseran makna kata ‘Pakde’, dulu dan sekarang… lalu banyak lagi…

terbengong2 ketika dibonceng Ricas, melewati perempatan jalan, yg meskipun tidak ada traffic light, tetapi tetap bisa tertib…

Main dakon bareng A’at… kalah… penuh bedak, dimuka…

Mempecundangi puput, main dakon…

banyak lagi….

Ketika akhirnya pagi itu, saya kembali lagi ke Jakarta…

Saya takut… takut tidak humanis lagi.

takut, menjadi seperti Jakarta,

yang rakus dan barbar…

akhirnya, saya menangis…

Leave a Reply